Begitu
banyak insan berprestasi tinggi dari Nusantara ini. Namun mulai banyak dari
mereka yang telah berprestasi tinggi malah memilih meninggalkan Nusantara.
Menjadi warga negara lain dan hidup di negara lain, disaat negara membutuhkan
sokongan pembangunan dari mereka.
Tidak
sedikit warga Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di
luar negeri. Namun hanya beberapa persen yang kembali untuk mengabdi kepada
negara, mereka yang tidak kembali memilih bekerja atau mengabdi di negara lain.
Menjadi contoh seperti, Nelson Tansu,
seorang pakar nanoteknologi
dan optoelektronika
asal Indonesia
yang kini menjadi tenure-track Assistant Professor di Universitas
Lehigh, Amerika Serikat. Ada Merry Riana seorang pengusaha
dan motivator muda Indonesia, tetapi ia meletakkan usaha-usahanya di Singapura.
Masih teringat Sri Mulyani Indrawati yang kini menjadi Direktur Pelaksana Bank
Dunia di Amerika Serikat, setelah sebelumnya menjabat Menteri Keuangan
Indonesia.
Kembali
kepada pertanyaan apa yang menjadi alasan mereka untuk lebih memilih berada di
luar negeri ketimbang untuk kembali. Apakah kalimat Balik Ndeso Mbangun Ndeso tidak lagi dihiraukan ? Atau rasa kecewa kepada
pemerintah yang bersikap apatis kepada mereka ? Olehnya ada dorongan berbagai
faktor menjadi alasan, salah satunya rendahnya bentuk apresiasi prestasi orang
Indonesia.